Plastik sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita, dan banyak kebutuhan sehari-hari kita terbuat dari plastik. Misalnya, kantong plastik, botol plastik, dll.

Konsumsi terjadi saat digunakan, dan sampah dihasilkan saat dikonsumsi.

Menurut laporan, orang Cina membuang hingga 200 miliar yuan di meja setiap tahun, dan itu cukup untuk memberi makan 200 juta orang selama satu tahun. Namun, ketika berbicara tentang sampah, ada lebih dari sekadar limbah makanan. Selain itu, ada limbah industri, limbah medis, dan sebagainya.

Sea turtle entangled in plastic pollution in the ocean
pencemaran plastik ke laut

"Polusi putih" - limbah plastik selalu menjadi fokus perhatian.

Karena meningkatnya kesadaran lingkungan, semakin banyak orang yang memperhatikan daur ulang limbah plastik. Dahulu, limbah plastik disebut "polusi putih".

Pada bulan April 2019, seekor paus sperma yang hamil mati di sebuah pelabuhan di Italia. Penyebab kematiannya ternyata adalah 45 kilogram produk plastik di perutnya.

Pada bulan Mei tahun yang sama, seekor paus sperma berusia 6 tahun mati di pantai setelah menelan plastik.

Anda tahu, harapan hidup normal seekor paus sperma adalah 70 tahun. Tapi hal-hal tragis seperti itu terjadi setiap hari.

Apa konsekuensi dari hewan yang secara tidak sengaja memakan plastik?

Produk plastik tidak dapat dicerna dan diserap oleh hewan. Ketika sejumlah plastik tertentu dimakan, itu akan menyebabkan kesulitan pencernaan, ketidakmampuan untuk makan, dan bahkan menyebabkan obstruksi usus, yang mengakibatkan hewan mati dalam rasa sakit.

Berapa tahun plastik botol membutuhkan waktu untuk terurai?

Menghadapi hal-hal tragis seperti itu, banyak orang masih tidak memperhatikan perlindungan lingkungan. Perlu diketahui bahwa sulit untuk menyerap dan mengurai produk plastik ketika ditinggalkan di lingkungan alami. Tergantung pada jenis plastik, penguraian kantong plastik dapat memakan waktu 10-1000 tahun, dan penguraian botol plastik dapat memakan waktu lebih dari 450 tahun.

botol plastik
botol plastik

Bagaimana cara berkontribusi pada perlindungan lingkungan?

As the most environmentally friendly country, Norway, their environmental protection policy is worth learning. Increase certain taxes on plastic import and export business. A certain amount of tax is increased for companies that manufacture plastic products. When the plastic recovery rate reaches about 95%, they can apply for a refund.

People also charge extra when buying plastic bottled drinks. This cost is only refunded when the plastic bottle is returned to the recycling facility. Of course, each country has its own policies. From our personal point of view, we can reduce the use of plastic products in our lives, improve the recycling rate of plastic products, and jointly protect our home planet.

(Informasi di atas disediakan oleh Pabrik Manufaktur Peralatan Daur Ulang Botol Plastik Shuliy.)