Lilin parafin diekstrak dari distilat tertentu dari minyak bumi, minyak serpih, atau minyak mineral bitumen lainnya. Ini adalah campuran hidrokarbon, tidak berbau dan tidak berasa, dan merupakan padatan transparan berwarna putih atau kuning muda. Ada juga parafin buatan.
Lilin parafin adalah sejenis produk pengolahan minyak bumi, sejenis lilin mineral, dan sejenis lilin minyak bumi. Digunakan untuk membuat asam lemak jenuh, alkohol jenuh, korek api, lilin, agen tahan air, salep, bahan isolasi listrik, dll.

Karakteristik lilin parafin

Paraffin wax is a mixture of hydrocarbons, so it does not have a strict melting point like pure compounds, melting at 47°C-64°C. All kinds of wax products require paraffin wax to have good temperature resistance, that is, it does not melt or soften and deform at a specific temperature.

According to the use conditions, the regions and seasons of use, and the differences in the use environment, commercial paraffin waxes are required to have a series of different melting points to meet varied practical demands.

For example, waxes used in warmer climates or during summer generally need higher melting points so they remain stable and effective in elevated temperatures, while those used in colder regions or winter conditions may require lower melting points to maintain flexibility, spread evenly, and deliver proper performance.

Penggunaan lilin parafin

Parafin mentah memiliki kandungan minyak yang tinggi dan terutama digunakan dalam pembuatan korek api, papan serat, terpal, dll. Parafin yang sepenuhnya dimurnikan dan paratin yang setengah dimurnikan memiliki berbagai macam penggunaan, terutama digunakan sebagai makanan, obat oral, kertas lilin, krayon, lilin, komponen kertas karbon dan bahan kemasan, serta digunakan untuk pengawetan buah, isolasi komponen listrik, untuk meningkatkan ketahanan karet terhadap penuaan dan meningkatkan fleksibilitas, dan lain-lain.